Gus Ipul Gandeng Pengasuh Ponpes Madura untuk Sukseskan Pemutakhiran Data dan Sekolah Rakyat

PAMEKASAN, beritakan.co.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pengasuh pondok pesantren se-Madura Raya ikut ambil bagian dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya pemutakhiran data dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat dialog kolaborasi program prioritas presiden di Auditorium UIN Madura Pamekasan, Minggu 10/5.

“Saya ingin mengajak para kyai untuk membantu memutakhirkan data. Jika kyai memiliki santri, dan santri punya informasi, silakan masukkan ke sistem data yang sudah disiapkan. Karena data yang akurat adalah kunci agar bantuan dan program sampai ke yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri pengasuh ponpes se-Madura Raya, Camat, Lurah dan Kepala Desa, Pendamping PKH, Operator Data Desa, serta Perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial.

Kedatangan Gus Ipul pukul 09.37 WIB disambut penampilan kolaborasi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 49 Sumenep dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 29 Pamekasan.
Para siswa tampil penuh semangat dengan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Quran, pidato, paduan suara, dan puisi. Para guru juga menampilkan simulasi pembelajaran digital menggunakan smart board sebagai gambaran metode belajar di Sekolah Rakyat.

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa data yang valid sangat menentukan keberhasilan program pemerintah. Karena itu, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) perlu dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua pihak.

“Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data. Ini modal penting agar program sosial berjalan tepat sasaran,” katanya.

Ia menjelaskan pemutakhiran data dapat dilakukan melalui dua jalur.
Jalur formal dimulai dari RT/RW dan lurah atau kepala desa, kemudian diteruskan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota hingga Provinsi untuk ditetapkan Kepala Daerah.
Sementara jalur partisipasi terbuka bagi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping, Command Center, maupun WhatsApp Center.

Gus Ipul juga meminta para pengasuh ponpes mendampingi pelaksanaan Sekolah Rakyat di Madura agar program berjalan sesuai nilai dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami mohon doa restu dan pendampingan. Saran, kritik, dan masukan sangat kami harapkan agar program ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata,” katanya.

Ia berharap para ulama dan kyai memperkuat pembinaan agama dan karakter siswa di Sekolah Rakyat dengan melibatkan ustaz dan pengajar agama.

“Ke depan, saya ingin para kyai ikut memperkuat pembinaan karakter di boarding school. InsyaAllah, para ustad akan bergiliran mengisi agar anak-anak tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak,” imbuhnya.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai kegiatan ini menjadi momentum penting kolaborasi mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memastikan DTSEN semakin akurat.

“Keberhasilan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat bergantung pada data yang valid, adil, dan mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Turut hadir; Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, Forkopimda Pamekasan, Oengurus Cabang NU se-Madura Raya, dan pejabat terkait lainnya.(hfw)

 

KET. FOTO: Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berdialog dengan pengasuh ponpes se-Madura Raya dalam rangka mendukung program prioritas presiden di Auditorium UIN Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *