SUMENEP, beritakan.co.id – Meski baru tiga bulan dilantik sebagai Camat Bluto, Moh. Fajar Hidayat, S.IP., M.M. menunjukkan gebrakan nyata dalam transformasi pelayanan dan pembangunan kecamatan. Berbekal pengalaman panjang sebagai mantan Lurah dan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, ia menerapkan manajemen pemerintahan yang terukur, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
Beberapa program unggulan yang telah dijalankan di awal kepemimpinannya antara lain:
1. Gerakan Pelayanan Prima Kecamatan: Mempercepat pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan dengan sistem jemput bola ke desa-desa. Masyarakat tidak perlu berlama-lama di kantor kecamatan.
2. Bluto Berdaya: Program pendampingan UMKM dan produk unggulan desa. Kecamatan Bluto yang dikenal dengan potensi kuliner dan kerajinan didorong untuk naik kelas melalui digitalisasi dan packaging.
3. Sinergi Pendidikan dan Karang Taruna: Sebagai mantan Kabid SMP, Camat Fajar memberikan perhatian khusus pada pencegahan anak putus sekolah dan penguatan karakter pemuda melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah di wilayah Bluto.
4. Inovasi Digital SIMONALISA: Penyatuan data menjadi 1 data terdigitalisasi melalui aplikasi SIMONALISA (Sistem Informasi, Monitoring, Analisa dan Data).

Sistem ini mereformasi alur kerja secara menyeluruh. Seluruh data dari tiap seksi diinput dalam satu pintu, diverifikasi secara berjenjang, lalu terpublikasi otomatis di Dashboard Kecamatan. Dengan begitu, evaluasi program sosial, pendidikan, dan pelayanan umum menjadi lebih akurat, transparan, dan real-time dalam satu genggaman. Sistem ini dikelola langsung oleh Sekretaris Kecamatan Bluto, Bapak Andy Ricky Kurniawan, S.STP., M.Si
Inovasi SIMONALISA ini bahkan telah mendapat pengakuan nasional dengan meraih Penghargaan 3 Inovasi Teristimewa dari Bandiklat DIY (Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta).
Capaian dalam 3 bulan ini terlihat dari meningkatnya kehadiran dan kedisiplinan aparatur kecamatan, tertibnya administrasi desa, serta mulai aktifnya kembali forum-forum musyawarah tingkat kecamatan.
“Prinsip saya, pengalaman di dunia pendidikan mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari kedisiplinan dan pembinaan yang konsisten. Di Bluto, kita ingin membangun aparatur yang melayani, bukan dilayani,” tegas Camat Fajar.
Pada momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 ini, ia berkomitmen menjadikan Kecamatan Bluto sebagai contoh kecamatan yang unggul dalam pelayanan, mandiri secara ekonomi, dan sejahtera masyarakatnya, sejalan dengan visi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
(Dv)












