Arief Camra & Bani Insan Peduli

Foto: Hasil tangkap layar yang di-unggah Arif Camra.

Catatan Ringan Oleh: Marlaf Sucipto, S.H.I*

Dalam dua hari terakhir, terus muncul di beranda Facebook soal curhatan Arif Camra yang berisi kekesalan atas ditariknya kembali dan/atau tidak dilanjutkannya sebuah bantuan dari Bani Insan Peduli (BIP) yang totalnya mencapai 2 milyar.

Arif menolak ‘aturan main’ BIP yang meminta dalam setiap wujud bantuan itu memasukkan klausa/lebel BIP.

Saya tidak tahu persis obrolan di balik layar terkait ini. Penolakan Arif dilandasi argumen yang pada intinya bahwa lembaga sosial yang dirintisnya dibangun di atas “kaki-kaki” banyak orang. Baik yang bersifat person maupun kelembagaan. Sedangkan BIP, mengingkan ada penanda BIP.

Saya menduga, pola obrolan di balik layar terkait masuk-tidaknya penanda BIP ada yang kurang bahkan tidak presisi sehingga menimbulkan ketersinggungan di antara kedua belah pihak. Mengingat, jika tidak salah ingat, mohon tegur bila saya salah, dalam sebuah postingan Arif, Arif pernah menggunakan ambulance yang di situ jelas tertulis bantuan dari seseorang/lembaga di Jakarta. Artinya, bila ini benar, yayasan sosial di bawah rintisan Arif tidak betul-betul ‘anti’ dalam memasukkan nama atau lembaga seseorang.

Mungkin, bila pola komunikasinya presisi, kedua belah pihak akan sama-sama hapy.

Dalam konteks berbagi dan membangun kepedulian, agama tidak melarang, berbagi dan/atau melakukan kepedulian dengan diketahui orang, maupun berbagi dan/atau melakukan kepedulian tanpa perlu diketahui orang.

Berbagi dan/atau melakukan kepedulian dengan diketahui orang, mungkin maksudnya dalam rangka mengajak orang lain untuk melakukan kepedulian yang sama kepada orang lain yang dipandang lemah.

Berbagi dan/atau melakukan kepedulian dengan tanpa diketahui orang, barangkali maksudnya dalam rangka meminimalisir diri dari rasa ke-‘Aku’-an yang senyatanya, kita ini hanyalah hamba yang kadang hanya sebagai ‘jalan’ dari kemahakuasaan Allah.

Dalam konteks penanda BIP, barangkali supaya bantuan BIP dapat diketahui dan diingat orang. Pananda BIP dalam rangka ‘mengikat’ ingatan orang.

Setiap orang dalam berbagi dan/atau memiliki kepedulian, memiliki alasannya sendiri-sendiri.

Semoga Arif Camra terus sehat dan bila misal beliau telah tiba masanya ‘pulang’, lembaga sosial rintasannya dapat terus ‘hidup’ untuk ‘menghidupi’ mereka yang membutuhkan. Karena visi hidup beliau demikian. Tidak dalam rangka membangun personal branding.

Semoga Ali Zainal Abidin selaku penanggungjawab utama BIP, juga terus sehat dan melebarkan sayap kepeduliannya untuk mereka yang membutuhkan dengan “bendera besar BIP”. Bisa jadi, nama BIP yang dikehendaki sebagai labeling dalam setiap bantuan, untuk mengenang sesuatu dan/atau seseorang yang paling ia cintai, ia hormati sebagaimana pembangunan Masjid Maryam di sebelah rumah di Potoan Laok, Pamekasan, yang dibangun oleh seorang syekh asal Arab Saudi untuk mengenang orang terkasihnya.

Bagi saya, lebeling nama BIP dalam setiap bantuan dan/atau kepedulian sosial, tak lebih dari sekedar penanda, yang kedudukannya nyaris sama dengan nama seseorang di balik batu nisan. Penanda untuk sekedar mengetahui siapa nama di balik batu nisan sebagaimana Arif memberi nama di balik batu nisan lansia asuhannya yang sudah berpulang.

Apakah nama di balik batu nisan itu bernilai atau tidak, penilaian hakikinya nanti akan diuji pada “Yaumul Hisab”.

Mari berbagi dan membangun kepedulian, baik dengan deklarasi maupun secara sembunyi-sembunyi. Karena “memberi” kedudukannya lebih baik daripada meminta dan/atau menerima. (Al-yadul ‘ulya khairum minal yadis sufla).

Mari ambil pelajaran preseden ini untuk menumbuhkan dan merawat rasa kepedulian atas sesama yang membutuhkan.

Berkibar terus Arif Camra dan Ali Zainal Abidin.

 

*Penulis adalah Praktisi Hukum, Advokat dan pendiri Firma Hukum Marlaf Sucipto Law Firm. Terkenal sebagai Advokat yang gigih memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, diantaranya pendampingan soal megaproyek reklamasi di pesisir pantai Gersik Putih, Sumenep.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *